4 Days Singapore Dating

Setelah diskusi super singkat enaknya mau nge-date kemana (pastinya setelah akad :D), akhirnya kami pilih Singapore. Alesannya simple, Singapore is just like Europe of Asia. Maksud hati pengen ke Eropa, tapi apa daya, kita juga cari short trip yang affordable. Jadilah kita pilih Singapura. Setelah nentuin mau kemana, tentunya kita nentuin harus nyiapian apa dan mau ngapain aja selama disana. Dan pastinya kita gamau pake travel agent, karna bikin itinerary sendiri jauh lebih bebas dan menyenangkan. Dannnn kita juga bisa sekalian ngedate seru sambil saling mengenal satu sama lain. Nah ini dia yang mau kita share, itinerary Singapura selama 4 hari dan budget super affordable untuk 2 orang! Semoga bermanfaat.

PERSIAPAN
Tiga hal pertama yang kita cari setelah nentuin mau ke Singapura adalah….
– Flight
– Hotel
– Paspor

Flight
Kita langsung buka traveloka (bukan promosi) dan cek flight dari Jakarta ke Singapura. Setelah kita bandingkan harga dengan aplikasi dan web lain, akhirnya pilihan tetep jatuh ke traveloka. Lewat traveloka, kita pesan tiket air asia untuk berangkat dan tiger air untuk baliknya. Karna kita pesennya H-2, kita ga dapet harga super promo. Tapi ini udah termasuk best deal.

Flight air asia JKT – SG : 2 x Rp 309.000,00 = Rp 618.000,00
Flight tiger air SG – SBY : 2 x Rp 798.000,00 = Rp 1.596.000,00
Total tiket PP : Rp 2.214.000

Hotel
Setelah nentuin list destinasi yang mau kita kunjungi, akhirnya kita pilih lokasi hotel yang ada di tengah-tengah dari semua tujuan kita. Finally kita pilih daerah Geylang dan pesan kamar di Fragrimg_20161004_161544_hdrance Hotel – Ruby via traveloka app juga (bukan promosi lagi). Alasan pilih daerah Geylang karna lokasinya ada di tengah-tengah antara Changi dan tujuan kita (Downtown, East Coast, dan Sentosa Island). Hotelnya superb biasa sih, lebih mirip kosan. Tapi lumayan lahh buat numpang tidur.

Superior room : 3 malam * Rp 523.254,00 = Rp 1.569.762,00

Fragrance Hotel – Ruby
10 Lorong 20 Geylang, Singapore.

 

Paspor
Nah ini dia yang seru! Setelah pesen flight dan hotel, eng ing enggg. Ternyata paspor saya ada di Surabaya. Ini posisi senin pagi di Indramayu dan kita sudah pesan flight selasa jam 11 siang dari Cengkareng. Karna flight dan hotel udah dipesan, kalau dicancel pun kena 90% cancellation fee, akhirnya si mas ke Surabaya senin malem untuk ambil paspor dan selasa pagi langsung flight balik ke Cengkareng. Dan selasa siang kita langsung ketemu di Cengkareng. Baru 1 hari jadi suami langsung dikerjain. Hihihi. Jadi pelajarannya, cek paspor sebelum pesan flight dan hotel. Biar ga konyol kayak kita, hihihi. Ohya jangan lupa cek juga expiry date nya. Make sure paspornya masih berlaku at least 6 bulan.

WELCOME SINGAPORE
Checklist to do :
– Ambil uang di ATM
– Beli EZ Link
– Beli Simcard

Setelah kejadian konyol ambil paspor di Surabaya, Alhamdulillah kita selamat sampai Singapura. Sesampainya di Changi. Kita tiba di Terminal 1 dan langsung cari ATM terdekat untuk tarik tunai. Setelah itu langsung menuju Terminal 2 menggunakan SkyTrain. Don’t worry, it’s free. Setelah sampai di Terminal 2, kita langsung menuju ticketing office buat beli tiket transportasi umum (bus, MRT, dan LRT) selama disana. Ada 2 jenis kartu yang ditawarkan, bisa EZ Link atau Singapore Tourist Pass. EZ Link itu pay as you go sedangkan Singapore Tourist Pass itu unlimited dengan masa berlaku 1, 2, atau 3 hari. Ohya, EZ Link bisa dipake di Sentosa Express, Monorail ke Sentosa Island. Sedangkan Singapore Tourist Pass ga bisa dipake di Sentosa Express. Karena kita bakal disana 4 hari dan mau ke Sentosa Island, akhirnya kita putuskan beli EZ Link.

EZ Link : 2 * SGD 30 = SGD 60
Simcard Singtel : SGD 10

ITINERARY

Day 1
Kita flight jam 11.20 dari Cengkareng, tiba di Changi jam 14.10 waktu Singapura. Sesampainya di Changi kita duduk-duduk santai, ngenet, dll dulu. Jadi, baru sampai hotel sekitar jam 16.00, Padahal dari Changi ke hotel cuma sekitar 30 menit (naik MRT + Jalan kaki). Rencananya, malam hari kita mau ke Merlion dan sekitarnya, tapi karna badan kita masih capek banget, kita malah ketiduran dari abis maghrib sampe subuh. Wkwk.

Day 2
Fort Canning Park

Kita keluar hotel dari jam 8 pagi, jadi untuk agenda pagi memang pengen cari park atau public space. Karna tujuan selanjutnya Orchard Road dan Bugis Village, jadi kita putuskan ke Fort Canning Park. Park nya luas banget, dan berbentuk bukit. Ternyata park ini salah satu tempat yang sangat bersejarah di Singapura. Disini pernah jadi markasnya tentara Inggris, lokasi penyerahan Singapura ke Jepang, dll. Selama jalan disana, cukup banyak papan info yang menceritakan sejarah di Singapura. Katanya sih, park ini sekrang sering dipake buat festival, konser, wedding, dan banyak acara lain.

Kita masuk ke Park ini dari Hill Street, keliling ke every side of the park, dan keluar langsung ke Fort Canning Road. Dari Fort Canning Road, kita langsung nyebrang lewat underpass menuju Penang Road, nyebrang lagi langsung deh Orchard Road.

Orchad Road
Nah ini katanya surga bagi yang suka belanja. Sayangnya pas kita kesana di luar lagi hujan jadi ga sempet foto-foto. Kita disini jalan-jalan sambil cari sarapan dan beli beberapa barang, termasuk payung -karna di luar hujan. Selain tempat belanja, disini juga banyak instalasi yang unik yang katanya sih instagram-able.

Bugis Village (Bras Basah Bugis)
Berhubung kita suka gerak, jadi kita juga jalan kaki lagi dari Orchard Road ke Bugis Village. Jalan kaki jadi seru karena sambil ngobrol banyak hal. Kalo barang-barang di Orchard road lebih menengah ke atas, di Bugis Village ini lebih menengah ke bawah alias murah meriah. Kita bakal nemu jus cuma 1 dollar, es krim 1.2 dollar, makanan 3 dollar, dll. Disini juga bisa beli oleh-oleh macam gantungan kunci, magnet kulkas, miniatur merlion, dll.

dsc01575a

Masjid Sultan – Kampong Glam
Kita keluar Bugis Village sekitar jam 1. Sekalian cari tempat sholat, so our next destination is Masjid Sultan. Ternyata banyak juga orang yang berjamaah di masjid ini. Tepat di depan Masjid Sultan, ada Kampong Glam, salah satu wisata Singapura yang wajib dikunjungi. Mirip dengan Bugis Village, disini tempatnya orang jualan. Barang yang banyak dijual disini adalah pernak-pernik, perlengkapan muslim, kain, dan tentunya halal food. Ada Lebanese, Turkish, dan juga Indian food. Sekitar jam 2.15 kita sudah selesai keliling Kampong Glam dan langsung pulang menuju hotel karena suami ada jadwal teleconference 😦


East Coast Park
“Fiiit, Yeaaaay jadwal teleconference diundur! YEAAAYYY|”

Tiba-tiba ada teriakan itu sekitar jam 4. Langsung happy dan siap-siap ke tujuan selanjutnya, East Coast Park. Walopun banyak orang bilang Singapore itu cocoknya cuma buat belanja, tapi kita punya cara sendiri buat menikmati negara ini. Sesuai judulnya Singapore dating, kita justru nyobain banyak hal yang bikin kita banyak ngobrol, berinteraksi, dan aktivitas yang bisa nunjukin who really we are. Mulai dari jalan kaki, naik MRT, naik bus, naik sepeda, atau sekedar makan sambil ngobrol. Ini juga yang jadi alasan kenapa kita mau ke East Coast Park.

East Coast ini sebetulnya yaaa pantai. Kalo cuma diliat pantainyaa, mmmm to be honest jauh lah sama pantai-pantai di Lombok atau Bali. Tapi disini kita bisa sepedaan, main pasir, skateboarding, atau makan-makan karna cukup banyak tempat makan. Ohya, ada play ground nya juga lho. Yang pasti, we had so much fun disini. Bukan karena pantainya, tapi karena kita bisa banyak berinteraksi dengan natural.

Sewa sepeda plus keranjangnya (durasi 1 jam) : 1 x SGD 11 = SGD 11


Singapore Flyer – Marina Bay Sands – Garden By The Bay – Merlion Park
Pastinya tempat ini yang paling diburu kalo ke Singapura. City lights! Sayangnya kita cuma bermodal kamera HP, jadi memang agak terbatas buat ngambil gambar di malam hari. Tapi, salut sama HP Xiaomi kesayangan (hihi, ini bukan endorse), ini hasil jepretannya.


Day 3
Singapore Flyer – Marina Bay Sands – Garden By The Bay – Merlion Park
Setelah jalan-jalan ke landmark Singapura di malam hari, kita juga ke tempat yang sama di pagi hari. Selain Garden By The Bay, lebih bagus dikunjungi malam dari pada siang hari. Garden By The Bay ini mirip Taman Bunga Nusantara di puncak, dengan variasi flora yang lebih sedikit. Tapi memang banyak landmark yang dibuat untuk menarik wisatawan.

Sentosa Island
Destinasi terakhir kita tentunya Sentosa Island. Untuk ke sentosa Island, kita harus naik monorail. Karena kita pake EZ Link, jadi kita ga perlu bayar monorail lagi karena bisa pake EZ Link (selama saldo cukup). Sesampainya di Sentosa, salah satu tempat yang paling rame pastinya Universal Studio, terutama bola dunia yang ikonik itu. Dari Universal Studio, kita jalan kaki menuju Siloso dan Palawan Beach. Kalo ada yang mau sekalian belanja, menuju Sentosa Island juga ada VivoCity Mall, pas di tempat transit saat kita mau naik MRT di Harbour Front.

Day 4
Hari terakhir, sengaja kita ga kemana-mana. Cuma istirahat dan makan sekitar hotel. Kalo masih mau jalan-jalan di hari ke-4, mungking bisa belanja di Changi City Point Outlet di terminal 3.

TOTAL BUDGET
Jadi, total bugdet* minimalnya adalah Rp 4.5 Juta an (Untuk 2 orang lho)

Tiket pesawat = Rp 2.214.000
Hotel = Rp 1.569.762
EZ Link = Rp 582.784,2
Simcard = Rp 97.130,7
Sewa sepeda = Rp 106.843,77

*Note :
– Kurs : Rp 9,713.07
– Belum termasuk makan, jajan, oleh-oleh, dan wahana-wahana yang berbayar

Happy Holiday 🙂

Advertisements

Bulu Mata Anti Badai? Oh Noooo

Mendekati akhir tahun, biasanya ada hajatan besar para pejuang kampus alias wisudaan. Yup, momen wisuda pastinya salah satu momen yang ditunggu-tunggu dalam hidup kita, sebelum momen besar satunya (you know what :D). Buat yang punya prestasi bagus, juara sana sini, predikat cumlaude, IPK nyaris 4, atau TA terbaik biasanya wisudaan juga jadi momen buat membanggakan orang tua. Hiks, jadi sedih karena ga dapet salah satu dari itu. But it’s oke, semoga bisa membanggakan orang tua dengan cara lain. Nah balik ke momen wisuda, biasanya orang-orang ingin tampil beda dan terbaik, mulai dari inner look sampe outlook. Buat urusan outlook, ga sedikit orang yang bela-belain tampil beda dan merogoh kantong lebih dalam dari biasanya. Yaiyalah ya, wisuda gitu.

Well, terkhusus buat ciwi-ciwi, pasti dong pada mau dandan dan pilih the best costum ever! Dan lebih khusus lagi buat para muslimah, pasti pengen juga dong biar dandan dan the best costumnya tetep in His way. Disini saya cuma mau share dikit tentang dandan-an (make up) versi muslimah biar tetep sesuai ajaran kita. Bukan bermaksud jadi ekstrimist, cuma berusaha menerapkan sedikit demi sedikit dari tiap ajaran-Nya. Siapa tau hal kecil ini bisa ngeberatin timbangan kebaikan kita di akhirat kelak. Aamiin.

Tentang make-up. Untuk momen-momen tertentu kaya wisuda atau pernikahan, di zaman ini, make up-an itu hukumnya boleh (Kata ustadzah waktu ikut kajian di DT dan Masjid Syamsul Ulum). Karena agama kita juga memperbolehkan berhias kok, tapi tidak berlebihan dan tetep pada tempatnya. Ini dia DO and DON’T dalam ber-make up buat para muslimah. DO and DON’T ini saya rangkum dari berbagai ceramah, artikel, nanya ustadzah, dan baca-baca.

  1. Sebelum pake make up, biasanya muka kita dibersihin dulu (Definitely DO!). Kan Allah itu menyukai kebersihan karena kebersihan sebagian dari iman.

“… Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, …” (HR Tirmizi)

  1. Abis itu pake pelembab (DO). Khususnya buat yang punya kulit sensitive atau di masa perawatan dokter
  2. Pake base foundation + foundation (DO). Base foundation itu gunanya biar make up lebih rata dan lebih tahan lama. Kalo langsung pake foundation aja tanpa pake base foundation juga gapapa
  3. Pake concealer (DO). Concealer ini mirip foundation, bentuknya ada yang gel, liquid, atau compact. Gunanya buat ngumpetin jerawat, dark spot, atau mata panda. Yang mukanya udah super mulus with no mata panda, just skip this step.
  4. Setelah itu pake bedak (DO). Buat make up wisuda atau pernikahan, biasanya pake bedak tabur transparan dulu, baru deh pake bedak padat
  5. Cukur alis (DON’T). It’s BIG NO! Kenapa? Ini kata Rasulullah, bukan kata saya.

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah berkata: “Semoga Allah melaknat wanita-wanita yang mentatto dirinya atau meminta ditattokan, yang mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yang mengikir giginya supaya kelihatan indah dan mengubah ciptaan Allah.” (HR Bukhari Muslim)

Cukur alis ini tetep gaboleh walopun cuma cukur bagian ujungnya aja biar alis keliatan lebih rapih (kata mba2 salon sih gitu). Apapun alasannya, tetep GA. So, buat para muslimah yang pada mau nyalon buat wisudaan harus make sure banget kalo alisnya ga akan dicukur sama mba-mba salon. Kita harus bilang dari awal kalo alisnya gamau dicukur, ini buat menghindari ngotot-ngototan sama salon pas hari H.

 Terus gimana dong buat kita yang punya alis tebel dan ga teratur? Ini gue banget! Haha. Ada kok triknya, kita bisa tutupin unwanted part pake foundation yang warnanya sama atau satu tone lebih gelap dari warna kulit kita. Clear kan? Alis kita tetep bisa keliatan rapih dan insyaAllah kita tetep berusaha hold the hadits.

  1. Warnai alis (DO). Nah kalo yang ini boleeeeh. Alis kita boleh dipake-in pensil alis atau pewarna alis yang compact.
  2. Pake eyeshadow (DO). Pake eyeshadow juga boleh, mau tipe yang natural, glamour, fierce, spooky, apa aja deh sesuai selera dan tema acara. Temen-temen juga bisa sesuaikan pemilihan eyeshadow yang senada sama warna baju yang dipake. Atauuu kalau mau keliatan natural, bisa pilih perpaduan eyeshadow warna cokelat.
  3. Pake eyeliner (DO)
  4. Jepit bulu mata (DO). Jepit bulu mata ini biar bulu mata kita keliatan lentik alami. Hati-hati ya pas jepit bulu mata, jangan sampe kena bagian kuliat mata, karna bagian mata itu sensitive banget.
  5. Pasang bulu mata palsu (DON’T). Oh nooo, why? Bulu mata palsu atau bulu mata anti badai versi Syahrini ini dipercaya bisa ngasih efek jauuh lebih dramatis buat dandanan. Katanya pas difoto jadi bagus, mata keliatan lebih menonjol dan mempesona, dll. Tapi tau ga temen-temen, jauh sebelum teknologi per-make up-an ini maju dengan penemuan bulu mata palsu, Rasulullah udah memperingatkan kita,

    “Allah melaknat al-washilah (orang yang menyambung rambut) dan al-mustaushilah (orang yang minta disambungkan rambutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

    “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.” (HR. al-Bukhari no. 5941, 5926 dan Muslim no. 5530)

    Yup, larangan memasang bulu mata palsu merujuk ke hadist menyambung rambut dan memasang rambut palsu yang juga dilarang oleh agama kita. Teknik memasang bulu mata ini persis seperti menyambung rambut (hair extention) dimana bagian bulu mata yang asli disambungkan dengan bulu mata buatan dengan menggunakan lem khusus rambut. So, we have to skip this step. Yaa, it’s hard to say good bye to bulu mata anti badai. But, it’s a must ladies. Tanpa bulu mata anti badai kamu akan tetep cantik ko. Ga mungkin jadi ganteng 😀

  6. Pake mascara (DO). Pemakaian mascara setelah menjepit bulu mata, itu boleh. Dengan mascara, bulu mata kita tetep bisa cantik ko meskipun ga pake bulu mata palsu. Buat yang bulu matanya tipis, kita bisa pilih mascara yang volume express. Buat yang bulu matanya pendek, bisa pilih yang long extreme. Yang bulu matanya tipis dan pendek? Pilih yang komplit! Udah deh, bisa move on kan dari bulu mata palsu?
  7. Pake blush on (DO). Pake blush on juga boleh, mau pake yg super bullet pinky versi jengkelin juga monggo. Yang penting pede.
  8. Pake lipstick (DO). Kita bisa pilih lipstick bernuansa nude kalo mau keliatan lebih natural dan ga menor. Jangan lupa pilih lipstick yang punya moisturizer biar bibir kita ga kering.
  9. Pake lipgloss (DO). Ini juga boleh, kalo gamau pake lipgloss juga it’s oke. Efeknya cuma biar lebih lighty aja, kaya abis makan gorengan 😀

It’s all done, ladies. Kamu tetep bisa tampil beda dan insyaAllah tetep in His way. Selamat berdandan dan wisuda. Semoga kelulusannya semakin melahirkan banyak kebaikan dan manfaat. Karena ternyata tulisan tentang make up aja udah panjang, jadi tentang the best costum nya disambung di tulisan berikutnya ya. Insya Allah. Tulisan ini dedicated buat semua muslimah yang mau tampil terbaik di hari terbaiknya. Buat cowo-cowo juga deng, kalian bisa ngasih tau ibu, kakak/adek cewek, istri (or calon istri), keponakan, sahabat, atau siapa pun yang bergender ciwi dan beragama islam. Just share to all muslimah if you wish. Semoga bermanfaat 🙂

Sumber :

  • -Kajian muslimah DT, lupa nama ustadzahnya 😦
  • -Dr Dewi Inong pas Kajian muslimah jaman SMA, Institut Teknologi Bandung
  • -Usth Een di Kajian Muslimah Masjid Syamsul Ulum, Telkom University
  • -www.konsultasisyariah.com
  • -www.mutiaraislam.web.id
  • -www.islamqa.info

Sungkeman, Dedicated for My Best Friend

Minggu lalu adalah hari pernikahan salah satu sahabat saya. Ga nyangka dia yang duluan nikah :D. Di hari bahagianya itu, saya yang bertugas untuk mengatur seluruh acara dari mulai akad sampai resepsi, termasuk prosesi sungkeman. Salah satu part penting prosesi sungkeman adalah ungkapan sungkeman itu sendiri. Dan ini adalah teks sungkeman perdana yang saya buat, spesial dedicated for my best friend’s wedding, Hasri. Semoga kamu bisa melahirkan hafidz(ah) sesuai cita-citamu sejak SMA. Love you 🙂

Kepada Ibu Kandung

Ibu, izinkan kami kali ini untuk bersimpuh di pangkuanmu, merasakan hangatnya kasih sayangmu, merasakan kedekatan langkahmu dalam menyertai perjalanan kami. Ibu, puluhan tahun yang lalu kau mengandung dalam keadaan yang payah. Tapi tak pernah sekalipun kami mendengar kau keluhkan kepayahanmu, tak pernah sekalipun kau mengungkit betapa letihnya dirimu ketika mengandung kami, tak pernah kau katakan berapa banyak keringat yang sudah kau teteskan, dan tak pernah sekalipun kau katakan betapa sakitnya saat kau melahirkan kami ke dunia ini. Justru engkau mengatakan betapa bahagianya saat kami terlahir dan merasakan pelukanmu pertama kali. Sejak saat itu, entah seperti apa kau lewati malam dan siangmu untuk mendampingi kami, mengajari kami kata demi kata, menuntun kami langkah demi langkah, dan menyertai kami dalam doa demi doa. Mungkin kami tidak ingat, berapa banyak kenakalan kami lakukan. Tapi kami ingat, kau selalu mendidik kami dengan penuh kesabaran dan kasih sayang bagaimana pun diri kami. Hingga hari ini, kami telah tumbuh menjadi anakmu yang dewasa, kami ingin melakukan bakti setinggi-tingginya atas jasamu dan memberikan sinar kebahagiaan untukmu. Ibu, atas restumu, hari ini kami akan memulai Sunnah Rasul yang Mulia dalam menjalani bahtera rumah tangga. Ibu, tetaplah bimbing kami agar bisa memiliki kesabaran sebesar dirimu dan memiliki kelapangan seluas hatimu, tetaplah ajari kami untuk sesantiasa mencinta yang bermuara kepada cinta-Nya yang hakiki. Doakan kami agar ikatan ini semakin menguatkan kami untuk berbakti kepadamu, meneguhkan kami untuk tetap mencintamu, dan mendewasakan kami untuk meniti jalan yang telah dipersiapkan kepada kami hingga ikatan ini akan mengantarkan kami menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Kepada Ayah Kandung

Ayah, kini kami bersimpuh dipangkuanmu, sebagai tanda bakti kami atas tingginya pengorbananmu, sebagai permohonan kami untuk do’a dan restumu. Ayah, hari demi hari kau lewati dengan tingginya tekadmu untuk membesarkanku, dengan banyaknya tetesan keringatmu mengerahkan seluruh daya mu, tak peduli seberapa penat dan lelahnya dirimu. Kau jadikan siang dan malammu untuk mencari rizki-Nya demi menafkahi keluargamu, tak pernah kau tunjukkan betapa beratnya beban yang kau pikul di pundakmu dan tak pernah kau tunjukkan lelahnya kakimu untuk melangkah dengan penuh keridhaan. Bahkan disaat sakitmu, engkau tetap bersemangat melangkah mencari penghidupan untuk kami. Seiring bertambahnya usia kami, kami tahu bahwa semua letih dan penatmu kau lakukan demi melihat senyuman yang akan terlukis di wajah kami dan demi masa depan kami yang terang benderang. Ayah, dengan restumu, hari kami akan menapaki bahtera rumah tangga. Tetaplah bimbing kami untuk memiliki tekad dan kesungguhan sebesar yang kau punya, tetaplah ajari kami untuk selalu berkomitmen dan bersungguh-sungguh melalui jalan ini. Doakan kami agar ikatan ini dapat membersamai kami dalam berbakti kepadamu dan agar kami senantiasa menjaga ikatan ini dengan penuh ketaatan.

Kepada Ibu Mertua

Ibu, ini adalah persimpuhan pertama kami di pangkuanmu. Hari ini kami telah menjadi putra- putrimu, memasuki kehidupan bersamamu, dan menjadi bagian dari keluargamu. Ibu, kami memohon doa dan restumu untuk menjadi pendamping setia anakmu yang terkasih, kami memohon bimbinganmu agar kami menetapi kesabaran dalam menjalani janji suci ini, ajari kami kesetiaan dan cinta yang akan kami bawa dalam menjalani kehidupan baru kami. Ajari kami tentang apa-apa yang tidak kami tahu tentang adat istiadat dan budayamu, agar kami mampu membina hubungan baik denganmu dan dengan keluarga besarmu. Ibu, dengan segala kekurangan kami, doakan agar kami juga mampu mencintaimu sebagaimana kami mencintai ibu kami dan doakan kami agar mampu menunjukkan bakti kepadamu sebagaimana kami menunjukkan bakti kepada ibu kami, juga doakan kami agar mampu menjadikan rumah tangga ini sakinah, mawaddah, warahmah.

Kepada Ayah Mertua

Ayah, untuk pertama kalinya kami bersimpuh pula dipangkuanmu. Saat telah sah menjadi putra- putrimu, kami pun memohon doa dan restumu untuk menjadi bagian baru dalam kehidupanmu. Ayah, tetaplah ajari kami tentang kerasnya kehidupan, pedihnya cobaan, dan kuatnya kesabaran. Bimbing kami untuk menumbuhkan kasih sayang diantara kami dan diantara keluarga kami. Ajari kami cara bersungguh-sungguh mencari penghidupan yang baik untuk mendidik putra-putri kami kelak, ajari kami agar kami memiliki tekad sebesar tekadmu dalam menjaga keluarga kami. Ayah, kokohkan keyakinan dan kesungguhan kami dalam memikul tanggung jawab ikatan ini. Peringatkanlah kami jika kami melakukan kesalahan dan membuatmu atau keluargamu terluka. Bimbinglah kami agar kamu mampu menjadi bagian terbaik dalam perjalanan panjang kehidupanmu. Do’akan kami agar dapat menggapai sakinah mawaddah warahmah. Juga do’akan kami agar mendapatkan keberkahan hidup dari pernikahan ini.

Orang Ini Dipanggil Bang Ricky (Part 2)

03.30 pagi. Mata ini masih saja terjaga. Dari dalam kamar, saya mendengar suara Bang Ricky yang udah bangun dan ga tidur lagi sampai akhirnya kita ngobrol-ngobrol santai sekitar jam 6 pagi.

“Masyarakat di desa sana, kalo bukan kita yang nolong, siapa lagi?”

Ini adalah salah satu kalimat yang saya inget di obrolan pagi. Dan sejak obrolan pagi itu, saya udah gabisa ngitung lagi ada berapa IMPRESSION, karena banyak hal yang beliau ungkapkan dengan begitu sederhana, rendah hati, tapi “ya” hati ini menyepakatinya.

Sekitar jam 7 pagi kami mulai berjalan-jalan di sekitar LAN dengan ditemani Mba Amel dan Kak Anin, dua researcher muda yang juga tinggal disana. Kami melihat wind turbine yang mereka buat, solar cell, dll. Dengan sangat excited Mba Amel bercerita betapa senangnya ketika mereka melihat puluhan warga Sumba tersenyum gembira setelah melihat lampu-lampu rumah menyala sesaat setelah pemasangan 20 turbin angin disana. Mereka juga begitu senang meski harus berbulan-bulan menjalani kehidupan di Sumba, yang tentunya sangat berbeda dengan kehidupan kota. Setelah tahu bahwa Mba Amel adalah satu-satunya orang yang bertahan dengan proses penelitian turbin angin selama dua tahun ini, ada satu pertanyaan yang saya ajukan, mengapa selama dua tahun setelah kelulusan lebih memilih meneliti turbin angin bersama Bang Ricky dibandingkan melamar pekerjaan bergengsi? Jawabannya begitu sederhana, tapi saya ingat betul ekspresinya saat itu. Karena saya bahagia melakukan hal ini, melakukan penelitian turbin angin yang bisa dijadikan energi alternatif untuk masyarakat yang saat ini masih belum bisa merasakan listrik. Lagi, definisi kebahagiaan itu terulang, bahwa bahagia itu sederhana.

Selesai menyusuri kawasan LAN, kami memulai sharing session di ruang sederhana ini. 10270777_702397409820929_4099262233245484615_nAcara dimulai dengan presentasi kegiatan-kegiatan LAN seperti penelitian turbin angin dan melakukan pemasangan turbin tersebut di desa, penelitian sepeda dan becak listrik, pembinaan anak-anak muda, dll. Seusai dihipnotis dengan kegiatan-kegiatan mereka yang keren, datanglah Bang Ricky yang tentunya sudah sangat kami tunggu. Aneka pertanyaan pun mulai melayang-layang di kepala. DIskusi pertama dibuka dengan pertanyaan

“Kenapa sih bang mau-maunya ninggalin kehidupan nyaman di Jepang dan malah bersusah-susah di tempat ini?”

Beliau lalu menjawab, “Siapa yang susah? Saya seneng kok disini”

Jleb. Jawaban pertanyaan ini lumayan panjang, dimulai dari keberangkatannya berkuliah di Jepang dengan beasiswa dan melanjutkan master disana dengan beasiswa pula. Bagi Bang Ricky, dengan beliau bisa kuliah disana, artinya beliau membawa tanggung jawab 1 juta orang Indonesia yang menitipkan masa depannya di pundak beliau. Maka suatu saat nanti setelah lulus kuliah, tanggung jawabnya adalah menjawab titipan itu dengan mengabdikan dirinya untuk Indonesia. Bahkan dalam cerita ini pun ada proses yang begitu mengharukan, tapi lumayan panjang untuk dituliskan 😀

Acara sharing ini terus mengalir alami, serius tak dibuat-buat, tapi tetep banyak canda dan tawa didalamnya. Saya perhatiin hampir semua mata terfokus pada beliau, sampai-sampai si fayyadh sang photographer dan videographer kelupaan buat ngambil foto dan video saking fokusnya. Bang Ricky begitu yakin bahwa keputusannya untuk kembali ke Indonesia adalah keputusan besar yang menyimpan berjuta harapan bahwa suatu saat nanti negeri ini akan jauh lebih baik. Hari ini, bukan masanya lagi kita hanya berkoar-koar menuntut dan menyalahkan berbagai kebijakan pemerintah, bukan lagi masanya untuk meratapi kesalahan yang lalu, tapi hari ini adalah saatnya bagi kita untuk mengubah wajah negeri ini sesuai dengan cara kita. Apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini, mari kita lakukan dengan penuh keyakinan karena tidak ada yang lebih kuat dari pada keyakinan. Dan bersama keyakinan itu ada komitmen dan kesungguhan yang dibutuhkan untuk terus memperbaiki negeri ini. Jauh hari sejak masih berada di Jepang, saat beliau memupuk harapan untuk kembali dan berkarya untuk Indonesia, beliau sudah menyiapkan satu hal. Kekecewaan.

“Jangan pernah berani berharap kalo kita ngga pernah berani untuk kecewa. Saat kita menanam satu harapan, maka kita harus bersiap dengan satu kekecewaan.” Begitu katanya.

Maka saat kepulangannya pertama kali ke Indonesia dan melakukan proyek Tucuxi yang dianggap gagal dan dikecewakan oleh sebagian orang, beliau tidak lantas menyerah dan hilang harapan. Harapan itu justru semakin besar dan semakin semangat untuk melakukan yang lebih baik, karena baginya tidak ada yang namanya kegagalan. Yang ada hanyalah salah jalan, maka saat kita menemukan berada di jalan yang salah, kita tinggal berusaha untuk menemukan jalan yang benar. Beliau meyakini bahwa jalan yang ia pilih untuk kembali ke Indonesia meruapakan satu kebaikan, dan beliau yakin bahwa

 “Ketika kita sudah niatkan satu kebaikan, sesungguhnya ribuan jalan sudah dipersiapkan oleh Tuhan”

Prinsip inilah yang membuatnya tetap yakin untuk terus menebar kebaikan, seperti apa pun jalan yang harus dilaluinya. Sepanjang perjalanannya setelah kembali ke Indonesia, semuanya tidak selalu mulus. Banyak hal terjadi, kehabisan dana pribadi, berjauhan dengan keluarga, berbagai pemberitaan, dan lain-lain. Tapi sekali lagi, semua itu sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk terus berkarya untuk negeri ini. Baginya,

“Tidak penting saya disebut penemu atau pencitpa, tapi yang penting adalah bagaimana karya yang kita temukan bisa bermanfaat untuk masyarakat.”

Inilah sosok seorang pemimpin baru yang membuat saya malu. Pemimpin yang rendah hati, selalu berusaha menghasilkan karya tinggi, namun tak berfikir untuk dipuji. Baginya, keberadaan di Indonesia bukanlah untuk mencari sensasi berita televisi, tapi disini beliau mengemban tugas besar seorang pemimpin yaitu untuk melahirkan pemimpin-pemimpin selanjutnya. Berkali-kali beliau katakan, Emang saya udah ngapain? Saya belum melakukan apa-apa kok untuk Indonesia. If you did so, what about me?

10300706_702400126487324_6776596407210150477_n

Acara sharing session pun berakhir dengan menyimpan berjuta makna dan inspirasi bagi kita. Khususnya buat saya pribadi, semakin besar semangat dan keinginan untuk menghasilkan karya di negeri ini. Setelah sharing berakhir, kru 360 Metro TV yang dari tadi ikut meliput acara sharing langsung meng-interview Bang Ricky secara ekslusif. Kami dari Cakrawala Baca pun jadi kecipratan ngeksis di acara itu. Dengan tampilan yang GA BANGET buat masuk TV, saya diinterview Mba Janes untuk sebagian kecil segmen. Muka kucel, baju pas-pas an karna ga mikir bakalan ada interview, brosnya tiba-tiba patah, dan pake sandal jepit pula. Dannn, ada adegan yang kocak banget sampe semua orang yang disana ketawa puas.

Kameramen : Bentar-bentar, itu tingginya terlalu jauh antara mba Janes dan Mba Fitri. Kayanya mesti dikasih bantalan di kursinya.

Saya dan yang lain : Ketawa

Kru lalu memasang bantalan di kursi saya.

Mba Janes : Oke, siap nih?

Kameramen : Eh kurang dikit, coba tambah satu bantalan lagi

Saya dan yang lain : Makin ketawa

Mba Janes : Udah oke ya?

Kameramen : Hmm.. kayanya kursinya di dobel aja deh

Saya : Tutup muka

Yang lain : Ketawa ngakak

Uh, tapi lumayan lah Cakrawala Baca jadi nebeng ngeksis 😀

10367737_702397896487547_7602005725541556508_n

       Liat deh itu kursinya dobel 😀

 

Doakan, semoga kita di Cakrawala Baca tetep bersungguh-sungguh dan berkomitmen untuk berusaha membangun negeri ini.

Orang Ini Dipanggil Bang Ricky (Part 1)

Sekitar 3 tahun saya mengikuti berita yang melibatkan sosok bernama Ricky Elson, tak pernah sekali pun berfikir akan bisa bertemu dan belajar langsung dari beliau. Sampai akhirnya, sekitar 3 minggu yang lalu saya membaca tulisan berjudul “Main-Main Nasib Ahli yang Mahal” yang saya temukan di facebook. Sesaat setelah membaca tulisan itu, saya cuma menggumam dalam hati, Gila, keren banget! Pengen bisa ketemu sama orang ini!

Saya pun mulai mikir, mungkin ga ya bisa ketemu sama sosok sekeren ini? Meskipun masih ragu, tangan ini langsung membuka facebook dan search nama beliau. Gausah ditanya lagi lah ya, udah gabisa nge-friend lagi karena friend nya udah banyak banget. Tapi, alhamdulillahnya Allah mengarahkan pandangan saya untuk melihat mutual friend. Dan ternyata ada seorang senior, namanya Wahyu Prihantoro (biasanya dipanggil Ka WP) yang nge-friend sama bang Ricky. Singkat cerita, akhirnya saya bisa langsung menghubungi Bang Ricky via email. Dan tau gimana responnya? Email saya ga dibales lah, beliau malah langsung nelpon saya. Wow! That’s FIRST IMPRESSION.

Setelah obrolan via telp itu, akhirnya fix program gathering bareng temen-temen di yayasan bulan ini adalah berkunjung ke Lentera Agin Nusantara (LAN) di Desa Ciheras, tempat penelitian wind turbine milik Bang Ricky. Tanggal 17 Mei jam 02.10 pm akhirnya kita meluncur naik motor dari Bandung. Jam 4 sore masih excited, jam 7 malem mulai loyo, jam 9an ada yang muntah, dan jam 10 malem mulai hopeless. Padahal estimasi nyampe harusnya 6 jam, ternyata sampe jam 10an kita masih gatau kita dimana. Eh tiba-tiba ada orang nongol dari mobil avanza putih dan nanya
“Dari Cakrawala Baca ya?”
Dias dan Tari yang denger cuma cengo. Jangan-jangan itu Bang Ricky. Mobil avanza itu pun berhenti di pinggir jalan. Satu orang penumpangnya keluar.
“Dari Cakrawala Baca kan?” kata orang yang barusan keluar dari mobil.
“Bang Ricky?” kita antara bingung, bego, dan kaget.
“Perjalanan masih lama lho, sekitar 1,5 jam lagi. Yuk sebagian bisa ikut ke mobil”
Wow. This is SECOND IMPRESSION.

Dua orang cewe akhirnya ikut ke mobil, saya dan teman-teman yang lain lanjut ngikutin mobil itu dengan kecepatan yang luarrrr biasa. Yeaaay!!! Jam 11.30 malem akhirnya sampai lah kita di Desa Ciheras. Ini dia tempatnya

10295679_702396039821066_5653722584088554161_n

Dengan muka dan tampilan yang super kucel, kita berkenalan singkat sama penghuni LAN. Disana sudah ada Mba Amel yang dari siang tadi udah nungguin kita dan langsung ngajak kita istirahat. Sesampainya di rumah Bang Ricky, beliau bilang gini
“Udah kalian langsung istirahat aja di kamar saya, biar saya yang tidur disini (ruang tamu)”
saya, annas, nanda, tari cuma saling lirik kebingunan. Sure? Beneran ini teh? It’s THIRD IMPRESSION.

Kita pun gagal menolak dan akhirnya langsung masuk ke kamar beliau. Ngok. Beneran tertegun. Untuk orang yang sudah belasan tahun tinggal nyaman di Jepang, punya pekerjaan bergengsi disana, penemu 14 teori motor listrik yang dipatenkan disana, peneliti Indonesia yang dipercaya banyak pihak, dll dsb. kira-kira kamarnya kaya apa? Kamarnya kaya gini

10291305_702395976487739_1085915406624368061_n

Kamar Bang Ricky

It’s FORTH IMPRESSION. Ini foto beneran asli lho, kamar tanpa kasur, tanpa lemari, dan tanpa interior mewah. Seorang Ricky Elson yang mulai banyak diberitakan, sudah tinggal di tempat ini sekitar 2 tahun.

Beberapa menit kemudian Mba Amel ngetuk pintu, terus ngasih bantal dan selimut. Bantal dan selimutnya baru dikeluarin dari mobil dan masih di-seal. Jadi ini bantal dan selimut baru? Ah, FIFTH IMPRESSION.

Sambil bersih-bersih diri karna badan kita udah kucel ga jelas, kita pun sedikit ngerumpi-in kejadian-kejadian tadi. Gilaaaaa, bapaknya keren banget! Untuk orang kaya beliau, ngapain beliau yang nelpon kita duluan. Padahal kita yang butuh beliau. Pas di jalan tadi, bisa aja langsung pulang, ga nyapa kita, dan ga ngajak kita naik mobil. Pas udah nyampe rumah, bisa aja kita yang tidur di ruang tamu atau tidur di kamar lain yang ditempatin anggota LAN. Rumah dan kamarnya bisa aja dibikin jauuh lebih mewah, lengkap, dan ala-ala pejabat modern. Tapi ternyata, memang beginilah orang yang biasa dipanggil Bang Ricky. Belum juga ke acara utama untuk sharing bareng beliau, udah banyak banget pelajaran dan inspirasi yang kita dapet. Tentang kepedulian dan kesederhanaan, juga tentang ketulusan dan kesungguhan.

Special thanks buat Ka WP yang udah ngenalin kita ke Bang Ricky 🙂

Apa kata Pak Soleh tentang banjir

“Suatu saat nanti saya akan membantu korban banjir”

Itulah kata yang  terucap  dalam  hati  seorang  tukang bubur, tujuh tahun yang lalu. Saat banjir besar datang ke ibukota pada tahun 2007, seorang tukang bubur bernama Pak Soleh menyimpan janji yang ingin segera ia tunaikan.

Kini, saat banjir kembali datang ke ibukota di pembuka tahun 2014, Pak Sholeh terketuk melihat keadaan yang terpuruk. Kejadian ini membawanya pada janji yang pernah terucap tujuh tahun lalu. Pak Soleh pun bergegas menyiapkan bubur untuk dibagikan secara gratis kepada para korban banjir di ibukota itu. Padahal Pak Soleh hanyalah pedagang bubur keliling yang biasanya mendapatkan penghasilan 200rb/hari. Dan untuk membagikan bubur gratis kepada para korban banjir, Pak Soleh harus mengeluarkan uang 800rb/hari.

Itulah Pak Sholeh, yang bertekad membantu sesamanya meskipun ia bukanlah orang yang kaya raya. Di tengah proses pembagian bubur, datanglah beberapa media untuk meliput tindakannya itu. Tidak hanya meliput, tetapi para wartawan tersebut juga memberikan amplop yang berisi sejumlah uang kepada Pak Soleh. Tak disangka, alih-alih mengantongi sejumlah uang yang didapt, Pak Soleh malah menyumbangkan seluruh uang pemberian wartawan tadi.

Pelajaran yang sangat berharga dari seorang tukang bubur keliling, beliau mengajarkan kita bahwa berbuat kebaikan dapat dilakukan oleh siapapun. Untuk menolong sesama, tidak harus menjadi kaya raya. Sedikit membuka hati untuk peduli bisa mengantarkankita untuk berbagi, meski sedikit namun berarti. Itulah pelajaran dan aksi nyata dari Pak Soleh, lalu mana aksiku?? *bercermin

inspired by : Hitam Putih, 4 Feb 2014

Pokoknya Aku Pengen Liat Dunia!

Tulisan ini cuma sekedar share dari saya yang cupu. Duh sebenernya tipis banget antara share dan ingin pamer, semoga ini bener-bener bukan termasuk pamer

Atas permintaan temen saya, beberapa hari yang lalu saya apload 2 foto, fotonya sih tergolong ga bagus tapi ko banyak banget yang nge-like dan komen ya. Ini dia foto yang saya upload

Image  Image

Gada bagus-bagusnya kan itu potonya? Maklum lah ya, saya sangat abal soal beginian.

Terakhir saya liat notif, ada 70an yang nge-like. Saya termasuk orang sangat biasa dan ga terkenal, jadi aga amazing aja ada yang nge-like sebanyak itu. Setelah itu, tiap kali update tentang luarnegeri-luarnegeri an pasti rame. Hmm, dimana-mana memang banyak yang punya mimpi ke luar negeri. Bahkan, di kampus saya dulu, belakangan bermunculan gerakan atau komunitas yang value-nya menawarkan eksotisme luar negeri.

Setelah ngerasain, ya, beberapa hal di luar negeri emang keren. At least kita bisa ngeliat beberapa (baca: banyak) perbedaan dengan negara kita. Saya juga termasuk salah satu orang yang memimpikan bisa ke luar negeri. Pertama kali mengazzamkan (kerenan dikit bahasanya) mimpi itu, banyak yang tanya,

“kamu ngapain pengen ke luar negeri?”

Saya bilang, alasannya sama kaya dulu saya pengen bisa masuk SMP di kota Indramayu dan pengen SMA di Bandung. Waktu lulus SD, saya pengen masuk SMP di kota Indramayu karena saya pengen ngeliat dunia di luar Blok Desa Bantaragung, tempat saya tinggal hingga saat ini. Lulus SMP, saya pengen banget SMA di Bandung karna saya pengen ngeliat dunia di luar kota Indramayu. Pun begitu pas SMA, saya semakin besar, menemukan banyak hal disana, melihat orang besar, dan sejak saat itu mulai merajut mimpi untuk bisa keliling dunia, alasanya it’s that simple, saya pengen ngeliat dunia! Continue reading